JAKARTA | Bekasiekstrem.id — Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Indonesia melakukan audiensi kebangsaan bersama Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Audiensi bertema “Indonesia Emas Tanpa Bandar Narkoba: Generasi Muda Keren, Jadi Solusi dan Penggerak Kemajuan Bangsa” tersebut menjadi ruang bagi KIPAN untuk menyampaikan aspirasi generasi muda, memperkenalkan program organisasi, serta mendorong penguatan kolaborasi dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).
Ketua KIPAN Nasional Depi Mahdalena, S.I.P., menyampaikan pentingnya menempatkan pemuda sebagai bagian aktif dalam gerakan pencegahan narkoba. Menurut KIPAN, generasi muda tidak cukup hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi perlu diberikan ruang untuk berdialog, menyampaikan gagasan, dan terlibat dalam menciptakan lingkungan yang positif.
KIPAN Ngobat dan Ngelem, Cara Pemuda Menyampaikan Gagasan

Dalam audiensi tersebut, KIPAN memperkenalkan dua konsep komunikasi yang dikembangkan untuk mendekatkan isu antinarkoba dengan karakter generasi muda, yakni KIPAN Ngobat dan KIPAN Ngelem.
Ngobat merupakan singkatan dari “Ngobrol Bersama Sahabat”, sebuah ruang komunikasi yang mendorong pemuda untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, mendengarkan pandangan, dan membangun jejaring positif. Sementara Ngelem merupakan singkatan dari “Ngelempar Opini”, yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritik, maupun solusi terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi.
KIPAN memandang pendekatan komunikasi yang dekat dengan kehidupan anak muda penting dalam membangun kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Ngobat untuk ngobrol bersama sahabat, Ngelem untuk ngelempar opini. Pemuda perlu ruang untuk berbicara, berpikir, dan ikut menawarkan solusi.”
Melalui program tersebut, KIPAN ingin membawa pesan pencegahan narkoba ke ruang yang lebih dekat dengan generasi muda, termasuk komunitas, lingkungan pendidikan, kegiatan sosial, kreativitas, hingga media digital.
KIPAN Sampaikan Aspirasi RUU Narkotika dan Psikotropika
Selain program kepemudaan, KIPAN juga menyampaikan aspirasi terkait RUU Narkotika dan Psikotropika.
Aspirasi tersebut mencakup pentingnya penguatan aspek pencegahan, edukasi, perlindungan generasi muda, rehabilitasi, serta pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika.
KIPAN berharap perspektif generasi muda dapat menjadi bagian dari komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dalam merespons perkembangan persoalan narkotika di Indonesia.
Ibas: “Putus Jalurnya, Bongkar Jaringannya, Kejar Bandarnya”
Dalam audiensi tersebut, Ibas menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menghadapi persoalan narkotika. Perlindungan terhadap generasi muda, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan upaya pemberantasan jaringan pemasok dan peredaran gelap narkotika. “Putus jalurnya, bongkar jaringannya, kejar bandarnya.”
Ibas juga mendorong generasi muda mengambil peran sebagai duta literasi antinarkoba dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
“Jadilah kalian duta-duta literasi antinarkoba yang terus menggunakan cara-cara terkini, pendekatan melalui AI, pendekatan melalui bahasa-bahasa generasi kalian.”
Menurut Ibas, pesan antinarkoba perlu hadir di berbagai ruang yang dekat dengan generasi muda, mulai dari sekolah, kampus, komunitas, olahraga, seni, kreativitas hingga media sosial.
Dari Audiensi Menuju Gerakan Nyata
KIPAN membawa semangat “Satu Gerakan Pemuda Menyelamatkan Satu Generasi” sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat keterlibatan pemuda dalam gerakan antinarkoba. Gerakan tersebut tidak hanya diarahkan pada kampanye, tetapi juga mencakup edukasi, literasi digital, kegiatan sosial, pengembangan kreativitas, pemberdayaan, advokasi, serta penguatan potensi ekonomi pemuda.
KIPAN juga menyatakan terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KIPAN Indonesia serta sejumlah anggota DPR RI.
Bagi KIPAN, audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan pemangku kebijakan sekaligus menyampaikan suara generasi muda dalam isu narkotika.
Dari Ngobat lahir percakapan. Dari Ngelem lahir gagasan. Dari gagasan, pemuda bergerak untuk menjaga generasi.
(Red)
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan hasil liputan dan penelusuran tim redaksi BekasiEkstrem.id berdasarkan data dan keterangan dari nara sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Artikel ini dapat mengalami pembaruan, apabila ditemukan informasi terbaru atau tanggapan dari pihak-pihak terkait.







